Asosiasi Teknik Harus Menyesuaikan Diri

Dibawah ini adalah intisari dari presentasi Jane Molony, executive director Asosiasi Teknik Industri Pulp dan Kertas Afrika Selatan, pada konferensi APPITA ke-61 di Melbourne, Australia.
Asosiasi-asosiasi teknik harus menyesuaikan diri pada industri pulp dan kertas abad ke-21 ini, dimana dapat dilihat adanya perubahan-perubahan dengan kenyataan-kenyataan seperti makin kurang mempergunakan tenaga kerja, mesin-mesin lebih besar, lebih cepat dan lebih efisien, lebih efisien menggunakan bahan baku dan energi. Juga secara global jumlah pabrik dan jumlah perusahaan berkurang dan timbulnya pabrik-pabrik baru di negara berkembang.

Makin sedikit perusahaan berarti makin sedikit asosiasi tekniknya. Zelleheming di Jerman yang telah berusia 100 tahun, merupakan asosiasi teknik tertua di industri pulp dan kertas. Pada akhir-akhir ini Zellcheming kehilangan banyak anggota, yang terakhir 3 anggota (Escher Wyss, Kleinewwefers dan Jagenberg yang dicaplok oleh Veith). Zellcheming dalam upaya mengimbangi kemunduran ini berusaha menarik pejabat-pejabat senior dari perusahaan internasional seperti UPM dan Stora Enso untuk duduk dalam kepengurusan.
Pelajaran yang dapat dipetik ialah asosiasi teknik harus menyesuaikan diri dengan era globalisasi agar dapat mempertahankan eksistensinya, sambil dapat menarik perusahaan-perusahaan kecil yang kurang global.
Asosiasi harus dapat menarik peusahaan-perusahaan kecil dan perusahaan pemasok harus dapat menawarkan mesin dan teknologi untuk pabrik-pabrik kecil yang memungkinkan mereka melakukan upgrade dan rebuild.
Pendorong utama bagi industri pulp dan kertas ialah (1) teknologi, (2) manusia, (3) penemuan baru atau inovasi dan (4) pasar.

Pertama: teknologi. Kebutuhan akan teknologi sangat jelas. Pengalaman pahit dialami oleh Afrika Selatan. Industri tekstil, sepatu dan garmen pernah sangat maju dalam era apartheid dengan ekonomi tertutup yang sangat protektif. Perusahaan-perusahaan sangat keenakan dan tidak memikirkan investasi pada teknologi baru. Perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk investasi baru, kewiraswastaan dan hubungan-hubungan dengan kegiatan lain (network across disciplines).

Ketita Afrika Selatan memasuki pasar global, hanya perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi teknologi yang survive. Pasar kemudian membeli produk-produk tekstil, sepatu, garmen dari sumber yang lebih murah seperti China, India, Bangladesh, Indonesia. Ada 2 pelajaran yang dapat dipetik:

  • Asosiasi harus bekerja membangun kerjasama lintas sektoral. Asosiasi-asosiasi teknis, riset manufactur dibidang kehutanan dan packaging dan percetakan harus bekerjasama dan berkomunikasi satu sama lain.
  • Asosiasi harus makin mendorong tumbuhnya keinsyafan tentang pentingnya teknologi diantara para anggota, misalnya dengan mengundang perusahaan pemasok menyampaikan kemampuan dan kemajuan teknologi yang dimilikinya.

Kedua: manusia. Manusia memerlukan pelatihan, yang paling tepat dilaksanakan oleh asosiasi. Asosiasi harus pandai-pandai menetapkan bidang keahlian yang benar-benar dibutuhkan dan perusahaan harus memberi kesempatan kepada karyawannya menambah pengetahuan dan keahliannya. Program pendidikan dan pelatihan yang memadai, makin meningkatkan kualitas karyawan dan produktivitas perusahaan.

Ketiga: Inovasi. Inovasi akan memberi keunggulan kepada perusahaan, dimana untuk ini karyawan harus diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan bagian lain dari industri. Tempat untuk interaksi tersebut ialah asosiasi teknik. Asosiasi harus menciptakan suasana persaingan yang
sehat, dimana terjadi berbagai informasi tanpa membuka rahasia perusahaan masing-masing. Merupakan bagian dari inovasi ialah riset; dan riset memerlukan biaya. Hans Moen, mantan Kepala Forest Research Institute Norwegia menyatakan: “Kalau anda berpendapat bahwa riset mahal, silahkan mengabaikannya” (dan merasakan akibatnya).

Keempat: Pasar. Asosiasi teknik tetap mempunyai peran didalam abad 21 ini. Kebutuhan dan produksi pulp dan kertas telah meningkat di Asia dan Afrika Selatan. Ini berarti bahwa asosiasi teknik perlu berkembang di kedua wilayah tersebut, dimana kesehatan/keuangan asosiasi tidak perlu dikaitkan dengan ekonomi pasar.

Peran asosiasi harus berwacana global, dikombinasikan dengan kepentingan-kepentingan lokal, dan harus menjauhkan diri dari wacana yang “inward looking”.

Tentang hmtkitm

Himpunan adalah jiwa bagi setiap mahasiswa
Pos ini dipublikasikan di Sharing Knowledge dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s